Q membaca sebuah kisah teladan ,,
Para pembaca barang kali sudah pernah dengar atau pun pernah membacanya di salah satu buku yang pernah di baca ,,
JUJUR MEMBAWA BERKAH
Kala usianya masih muda, Syekh Abdul Qadir al-Jailani meminta izin kepada ibunya untuk merantau ke Baghdad dalam rangka menuntut ilmu. Ibunya tidak mencegah cita-cita luhur anaknya walaupun ia dengan berat hati melepas putranya.
Sebelum berangkat, ibunya berpesan kepada anaknya supaya jangan sekali-kali berkata bohong dalam keadaan bagaimana pun. Ibunya lalu memberinya uang sebanyak 40 dirham yang dijahit di dalam pakaian Syekh Abdul Qadir. Setelah itu, ibunya mengantar anaknya pergi bersama-sama kafilah yang kebetulan hendak pergi ke Baghdad.
Dalam perjalanan, mereka diserang oleh 60 orang penyamun. Harta para kafilah dirampas semua. Tetapi, para penyamun tersebut sama sekali tidak mengusik Syekh Abdul Qadir, sebab mereka tidak menyangka dia tidak memiliki harta apa-apa.
Salah seorang perampok iseng bertanya kepada Syekh Abdul Qadir, "Apa yang kamu bawa!"
Lalu, Syekh Abdul Qadir menerangkan bahwa ia memiliki uang 40 dirham uang yang terjahit di dalam pakaiannya. Penyamun itu tersentak. Ia hanya terheran-heran itu lalu melaporkan peristiwa aneh itu kepada ketua perampok. Setelah itu, pakaian Syekh Abdul Qadir dipotong dan didapatkannya uang sebagaimana yang ia ceritakan.
Ketua perampok itu lalu bertanya kepada Syekh Abdul Qadir, "Mengapa anak muda berkata jujur walaupun anda mengetahui bahwa uang anda akan kami rampas?"
Syekh Abdul Qadir lau menceritakan apa yang dinasihatkan ibunya kepadanya supaya tidak berkata bohong walau bagaimana pun keadaannya.
Setelah menyimak perkataan pemuda yang sangat jujur itu, ketua perampok itu tiba-tiba menangis. Ia sadar akan segala kesalahannya yang dilakukannya selama ini. Ia lalu berseru kepada teman-temannya, "Anak muda ini mematuhi nasihat yang diucapkannya oleh ibunya, lalu bagaimana dengan kita yang selalu melanggar perintah Allah sepanjang hidup kita?!"
Ketua perampok itu lalu bersumpah tidak akan merampok lagi. Dia bertaubat di hadapan Syekh Abdul Qadir, kemudian diikuti pula oleh para pengikutnya.
Mudah-mudahan kisah teladan ini dapat menyadarkan kita semua ,,
Sumber bacaan dari buku yang berjudul Kisah-Kisah Grafik Anak Doa Sehari-Hari & 10 Kisah Teladan Seru Untuk Anak Muslim karangan Ummi Iktafa Sabila Haq halaman 145-147.
Terima Kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar